Membahas, dan Mereview Seluruh Film

Sunday, October 15, 2017

Pimpinan DC Tak Sepaham Dengan Visi Zack Snyder Untuk DCEU

Visi kelam sutradara Zack Snyder terhadap DC Extended Universe rupanya bukan hanya ditentang oleh sebagian fans maupun kritikus.

Visi kelam sutradara Zack Snyder terhadap DC Extended Universe rupanya bukan hanya ditentang oleh sebagian fans maupun kritikus. Pasalnya, kabar terbaru mengindikasikan, Diane Nelson selaku President DC Entertainment beserta sejumlah pihak DC lainnya tak sepaham dengan apa yang diimplementasikan Snyder di film besutannya.

Sebagai permulaan, bulan lalu media Vulture mempublikasikan artikel mendalam tentang masa depan DCEU, yang memuat wawancara dengan Geoff Johns (arsitek DCEU) dan Nelson. Poin wawancara ini pun sebagian besar membahas perubahan yang dilakukan dari balik layar, sekaligus gagasan soal konsep DCEU yang berbeda dengan visi awal Snyder.

Saat menghadiri acara podcast Batman On Film, Abraham Riesman yang notabene penulis artikel Vulture tersebut mengungkapkan, sebenarnya ada pernyataan Nelson yang tak disertakan ke dalam artikel final. Pernyataan Nelson inilah yang mengisyaratkan visi Snyder tak sesuai dengan rencana DC sedari awal. Meski telah menyadari adanya ketidakcocokan, Nelson mengakui pihak DC tetap mendukung dan percaya pada sutradara mereka lantaran itu sudah menjadi bagian dari filosofi DC.

“Sebenarnya ada kutipan yang tak jadi dimuat ke dalam artikel final, yakni pernyataan Nelson kepada saya. Itu (pernyataan Nelson) adalah efek dari “kami adalah tempat yang mengutamakan sutradara, dan Zack punya visi yang jelas tidak klik dengan visi kami terhadap sejumlah karakter, tapi kami menghormati keinginannya dan itulah bagian dari filosofi kami’,”tutur Riesman.

Dalam artikel Vulture yang sama, Johns juga disebut sempat khawatir dengan Man of Steel karena film Superman garapan Snyder ini kurang memiliki humor atau kegembiraan. Namun karena saat itu peran Johns belum sebesar sekarang, opininya pun tak lebih dari angin lalu, Kini seiring Johns menjabat sebagai kepala DCEU, tentu opininya akan lebih didengar. Perubahan saat Johns mengarsiteki DCEU pun cukup kentara. Wonder Woman – film DCEU pertama di bawah kepemimpinan Johns – menuai respon sangat positif. Tak hanya itu, Wonder Woman juga dinilai menjadi film DCEU pertama yang menghadirkan kehangatan dan penuh asa.

Selama berkiprah di DCEU, Snyder telah menyutradarai dua film, yakni Man of Steel dan Batman v Superman. Visi kontroversial Snyder umumnya melibatkan dekonstruksi karakter yang dinilai menyebabkan para jagoan DC kehilangan daya pikat terbesarnya.

Selanjutnya, Snyder menjadi sutradara Justice League yang akan tayang 17 November 2017. Film tim superhero DC ini pun mendapat perbaikan dari Joss Whedon, yang sebelumnya sukses menangani film sejenis lewat The Avengers. ■UP

Follow Ulasan Pilem di twitter: @ulasanpilem
Kunjungi Ulasan Pilem di facebook: facebook.com/ulasanpilem

No comments:

Post a Comment